Sabtu, 19 November 2011

contoh studi kelayakan bisnis futsal


Bab I
Pendahuluan
1.1  Latar Belakang
Sebagaimana  kita ketahui kebutuhan akan kesehatan merupakan prioritas utama masyarakat dari kalangan mana pun mulai dari mahasiswa sampai pelajar bahkan para pegawai dan pekerja lainya, pria maupun  wanita. Hal ini disebabkan oleh tingkat kesadaran masyarakat akan kesehatan sudah mulai meningkat dibandingkan yang dulu-dulu. Cara berpikir masyarakat Indonesia,  Aceh khususnya sudah banyak yang berpikir layaknya manusia modern. Ini ditandai dengan tingginya tingkat kesadaran akan kesehatan dan untuk memenuhi kebutuhan akan kesehatan tidak lagi dengan cara mengobati, namun lebih banyak ke hal pencegahan dan penjagaan terhadap kesehatan, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati.
Sehubungan dengan ini pula kesehatan tidak hanya di dapat dari rumah sakit atau dokter-dokter tapi juga dapat diperoleh dari tempat hiburan, contohnya sarana hiburan yang juga sarana untuk berolahraga. Dalam hal ini untuk memenuhi kebutuhannya akankesehatan masyarakat juga dapat saling berinteraksi dan berkumpul dengan teman misalnya dan lainnya. Sehingga masyarakat selain mendapat kan kesehatan juga mendapatkan banyal hal positif lainnya seperti hiburan, berkumpul dengan teman ataupun keluarga atau bahkan dapat mendapatka info-info terbaru dari fasilitas internet yang tersedia.

Berkenaan akan hal ini, usaha penyewaan lapangan futsal dan cafe merupakan sebuah usaha yang tepat untuk dijalankan dan di kembangkan. Cafe yang bertempat tepat di sebelah lapangan futsal akan mempermudah para konsumen untuk beristirahat. Para konsumen yang hanya menikmati cafe juga akan terfasilitasi oleh WIFI gratis dan hiburan dari fasilitas karaoke. Jadi dapat dikatakan usaha ini menjadi multi guna atau ALL IN ONE.

1.2  Perumusan Masalah
Dari uraian di atas akan timbul masalah yang di rumuskan sebagai berikut :
            Apakah usaha penyewaan lapangan futsal dan cafe layak untuk di jalankan dan dikembangkan ?

1.3  Tujuan Masalah
Adapun tujuan dari masalah ini adalah sebagai berikut :
            Untuk mengetahui  usaha penyewaan lapangan futsal dan cafe layak untuk di jalankan dan dikembangkan  atau tidak.

1.4  Batasan dan Asumsi
1.4.1        Batasan
Pada pembentukan usaha ini tentu mempunyai batasan-batasan yang merupakan aspek-aspek dari studi Kelayakan pabrik/bisnis yaitu :
1.      Aspek pasar dan pemasaran
2.      Aspek manajement finacial
3.      Aspek teknis dan teknologi
4.      Aspek hukum
5.      Aspek lingkungan



  1.4.2  Asumsi
            Pada study ini asumsi yang ada yaitu usaha penyewaan lapangan futsal dan cafe layak dan memenuhi semua aspek dalam batasan yang ditentukan dan tidak hanya layak tapi juga menjadi bisnis yang tepat untuk di lakukan juga dapat memaksimalkan profit.


































BAB II
Daftar Pustakawan
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Aspek Pasar dan Pemasaran
            Aspek pasar dan Pemasaran meliputi hal-hal sebagai berikut :
1.      Segmenting, Targeting, Positioning
2.      Analisis Persaingan
·         Identifikasi Pesaing
·         Sasaran Pesaing
·         Strategi Pesaing
·         Kekuatan dan Kelemahan Pesaing
·         SWOT Analysis
3.      Keunggulan Kompetitif à Positioning
4.      Loyalitas Pelanggan
5.      Sikap, perilaku, dan kepuasan konsumen
6.      Strategi, kebijakan, dan program pemasaran
7.      Bauran Pemasaran (4 P : Product, Price, Place, Promotion)
8.      Perkiraan Penjualan yang bisa dicapai
9.      Perkiraan Market Share
10.  Anggaran Promosi
·         Brosur, Fliers
·         Papan reklame
·         Iklan
·         Tenaga pemasaran
·         Event, dll
Pengkajian aspek pasar penting dilakukan karena tidak ada proyek bisnis yang berhasil tanpa adanya permintaan atas barang/jasa yang dihasilkan proyek tersebut. Pada dasarnya, analisis aspek pasar bertujuan antara lain untuk mengetahui berapa besar luas pasar, pertumbuhan permintaan, dan market-share dari produk bersangkutan. Pembahasan aspek-aspek studi kelayakan diawali dengan aspek pasar dan pemasaran. Alasannya mengapa aspek ini diletakkan pada awal pembahasan sistematika studi kelayakan, antara lain:
·         Produk yang dihasilkan perusahaan harus marketable. Jika tidak, sebaiknya kegiatan analisis studi kelayakan dihentikan.
·         Kecenderungan permintaan atas produk yang akan dihasilkan harus menunjukkan adanya kenaikan. Jika menurun, sebaiknya proses studi kelayakan untuk pendirian dihentikan, kecuali jika tujuan objek studi adalah pengembangan.
·         Kandungan material produk tidak mengandung unsur yang dilarang negara ataupun agama. Jika ada ditinjau dari aspek hukum, tidak akan direkomendasikan dan harus dihentikan.
·         Aspek teknis dan kronologis sangat ditentukan oleh hasil rekomendasi aspek pasar, terutama yang berkaitan dengan pemilihan alat dan mesin.
Point-point penting mengenai aspek pasar adalah sebagai berikut :
1.       Bertujuan untuk mengetahui permintaan terhadap barang dan jasa yang dihasilkan oleh proyek.
2.   Bentuk Pasar: Penjelasan aspek pasar produsen dan konsumen yang dipilih.
3.      Luas pasar, pertumbuhan permintaan dan market share dari proyek terhadap seluruh industri.
4.       Kondisi persaingan antar produsen dan siklus hidup produk: introduksi, bertumbuh,
5.      dewasa, atau menurun.
6.      Mengukur dan Meramal Permintaan dan Penawaran: Penjelasan kondisi permintaan dan penawaran produk sejenis, baik pada saat ini maupun prediksi masa mendatang.


Dan point-point penting mengenai aspek pemasara adalah sebagai berikut :
1.      Adalah kegiatan untuk menjual produk dan menciptakan hubungan jangka panjang (yang saling menguntungkan) dengan pelanggan.
2.      Menentukan ciri-ciri pasar yang akan dipilih (target market).
3.      Menentukan strategi untuk dapat meraih dan memuaskan pasar.
4.      Urutan-urutan penulisannya:
A.  Sikap, perilaku, dan kepuasan konsumen: Penjelasan mengenai sikap, perilaku, dan
kepuasan konsumen terhadap produk sejenis saat ini.
B.  Segmentasi-Target-Posisi di Pasar: Segmentasi Pasar, Target Pasar dan stratetegi
positioning untuk menguasai target pasar.
C.  Situasi persaingan di lingkungan industri: Penjelasan situasi persaingan antar
perusahaan yang memproduksi produk sejenis dengan produk yang akan diproduksi
perusahaan di pasar yang dipilih.
D.  Manajemen Pemasaran (Bauran pemasaran): Bagaimana kebijakan bauran pemasaran yang akan dilaksanakan

2.1.2 Aspek Teknis dan Teknologi

Pra-Syarat Aspek Teknis dan Teknologi:

l  Hasil analisis Aspek Pasar dan Pemasaran menjadi dasar untuk melanjutkan Study Kelayakan ke aspek-aspek selanjutnya.
l  Pertimbangan utama dari Aspek Pasar dan Pemasaran :
o   Sisi Penawaran, proyek/ bisnis tidak/ belum jenuh.
o   Sisi Permintaan, proyek/ bisnis masih relatif tinggi dan cenderung meningkat di masa depan.
o   Sisi Pasar, proyek/ bisnis memiliki pasar potensial yang relatif besar dan pangsa pasar yang menjanjikan.
o   Sisi Strategis, produk, harga, sistem distribusi, promosi, dan pelayanan memiliki keunggulan dibandingkan dengan usaha sejenis yang sudah ada.
o   Sisi Perencanaan Strategis, proyek/ bisnis ini mendukung strategi keseluruhan perusahaan.
l  Jika keseluruhan pertimbangan diatas terpenuhi, maka Studi Kelayakan dapat dilanjutkan ke Aspek Teknis Produksi dan Teknologis.
Menentukan strategi dan teknologi produksi/operasi yang akan dipilih: kapasitas
produksi, jenis teknologi yang dipakai, pemakaian peralatan dan mesin, lokasi, dan tataletak
pabrik yang paling menguntungkan. Dan di bawah ini merupakan langkah-langkah dari aspek teknis dan teknologi.

Aspek Teknis dan Teknologi:
1.    Pemilihan Strategi Produksi
2.    Pemilihan dan Perencanaan Produk yang akan diproduksi
3.    Rencana Kualitas
4.    Pemilihan Teknologi
5.    Rencana Kapasitas produksi
6.    Manajemen persediaan
7.    Jenis teknologi
8.    Pengawasan kualitas produk
9.    Peralatan dan mesin
10.              Lokasi pabrik
11.              Layout pabrik
12.              Perkembangan teknologi


2.1.3 Aspek Keuangan atau Finacial

Keputusan investasi
•Keputusan investasi ditujukan untuk menghasilkan kebijakan yang berhubungan dengan (a) kebijakan pengalokasian sumber dana secara optimal, (b) kebijakan modal kerja (c) kebijakan investasi yang berdampak pada strategi perusahaan yang lebih luas (merger dan akuisisi)

Keputusan pendanaan
sumber dana dibagi dalam 2 kategori yakni :
(a) internal yaitu dari laba ditahan (retained earnings)
(b) sumbereksternalyaitu
•Dalam bentuk utang yang meliputi penundan pembayaran utang, pinjaman jangka pendek sebagai tambahan modal kerja dan pinjaman jangka panjang (obligasi) sebagai dana investasi.
•Menerbitkan Saham, baik dalam bentuk saham perdana (initial public offer/IPO) maupun saham biasa baru sebagai sumber modal investasidalam rangka ekspansi perusahaan.

Masalah utama
•Masalah utama dalam mengoptimalkan keputusan pendaana adalah menetapkan struktur modal (utangdanekuitas) yang optimal sebagai asumsi dasar dalam memutuskan berapa jumlah dana dan bagaimana komposisi jumlah dana pinjaman dan dana sendiri yang
Ditambahakan untuk mendukung kebijakan investasi sehingga kinerja keuangan perusahaan dapat tumbuh secara sehat.
•Disamping itu konmposisi struktur modal  harus pula  dipertimbangkan hubungan antara perusahaan, kreditur maupun pemegang saham sehingga tidakter jadi konflik.
•Keputusan dividen ditentukan dari jumlah keuntungan perusahaan setelah pajak (earning after tax). Oleh karena itu tujuan memaksimumkan keuntungan yang dibagikan kepada pemegang saham (dividen) dengan kendala memaksimumkan laba ditahan untuk diinvestasikan kembali sebagai sumber dana internal. Dengan kata lain semakin banyak jumlah laba ditahan berarti semakin sedikit uang yang tersedia bagi pembayaran dividen.

KEBUTUHAN DANA
Secara umum, pengalokasian dana dapat  dilakukan kedalam dua bentuk, yaitu untuk aktiva tetap (fixed assets), dan untuk  modal kerja (working capital).

Alokasi Dana Untuk Aktiva Tetap.
•Aktiva tetap terdiri dari aktiva tetap berwujud (tangible  assets), dan aktiva tetap tidak berwujud (intangible ).
•Menurut Baridwan (1989.) aktiva tetap berwujud adalah  aktiva yang berwujud yang dapat digunakan dalam  jangka waktu lebih dari satu periode akuntansi. seperti  tanah, gedung perkantoran dan peralatannya, gedung  pabrik dan mesin-mesin, dan aktiva tetap lainnya.,
•Aktiva tetap tidak berwujud adalah: aktiva tetap yang  tidak berwujud secara fisik yang memiliki umur lebih dari  satu tahun seperti hak patent, lisensi, copyright,  goodwill, biaya pendahuluan, biaya-biaya pra-operasional, dan lain sebagainya.




Alokasi Dana Untuk Modal kerja
•Weston & Copeland (1995)  mendefenisikan modal kerja adalah investasi perusahaan dalam bentuk uang  tunai, surat berharga, piutang dan  persediaan dikurang i beban lancar.
•Sawir (2005), menyatakan modal kerja  adalah keseluruhan aktiva lancar yang  dimiliki perusahaan untuk membiayai  kegiatan operasi sehari-hari.



Bentukmodal kerja
1.gross working capital adalah:  keseluruhan aktiva lancar yang akan  digunakan dalam operasi.
2.net working capital menunjukkan kelebihan aktiva lancar di atas hutang  lancar

Sumber Pendanaan
•Modal asing : sumber dana yang didapatkan  dari luar perusahaan (kreditur) yang tidak ikut memiliki perusahaan tersebut seperti Bank,  Perusahaan Leasing, dan Lain Sebagainya. Sumber dana dari modal asing biasanya  berwujud hutang
•internal perusahaan (modal sendiri) . Sumber  dana modal sendiri biasanya berwujud Modal Saham dan Laba Ditahan.

PembelanjaanHutang
•Hutangjangkapendek(short term debt)
•Hutangjangkapanjang(long term debt)

Pendanaan hutang jangka pendek
•Pinjaman dari Lembaga Keuangan
•Menerbitkan Surat Dagang.
•Kredit Dagang
•Sumber Keuangan Lainnya

HutangJangkaPanjang
•Hutang jangka panjang adalah hutang yang akan diharapkan dibayarkan kembali dalam kurun waktu lebih dari 1 tahun, mis:
obligasi(bonds), hipotik(mortage), dansebagainya.
•Hutang jangka panjang dapa tdigunakan untuk pembiayaan modal kerja ataupun membiayai aktiva tetap.

Faktor yang harus dipertimbangkan dalam menggunakan pendanaan hutang
•biaya
•resiko
•syarat-syaratyang ditetapkan kreditor.
•tingkat inflasi
•kemampulabaan
•posisi likuiditas
•keamananusaha.

Pembelanjaan Modal Sendiri
•Laba Ditahan
•Penerbitan Saham

Pembelanjaan campuran
Pertimbangan penggunaan pembelanjaan  campuran :
•Kemampulabaan(return on equity) : merupakan  tingkat pengembalian perusahaan bisnis  terhadap investasi yang diberikan oleh para  kreditor.
•Resiko: tingkat perbedaan antara nilai yang  diharapkan (expected value), dengan nilai yang  sebenarnya akan diterima (actual value) di masa  depan
•Keamanan.
BIAYA MODAL (cost of capital)
Biaya modal adalah : biaya yang  harus dikeluarkan setelah adanya penanaman modal, mis:  keharusan pembayaran deviden bagi pemegang saham.




AliranKas(Cash Flow)
Tujuan utama laporan arus kas adalah menyediakan informasi yang relevan mengenai penerimaan dan pembayaran kas sebuah perusahaan selama suatu periode meliputi:
•1.Aktivitas Operasi (operating activities)
•2.Aktivitas Investasi (investing activities)
•3.Aktivitas Pembiayaan (financing  activities)

Metode –metode Evaluasi Project :

1.Metode Payback Period(PP)

Pay back Method

Dalam metode ini faktor yang menentukan penerimaan atau penolakan suatu usulan investasi untuk usaha tertentu adalah jangka waktu yang diperlukan untuk menutup  kembali investasi. Oleh karena itu, dengan metode ini setiap usulan investasi dinilai berdasarkan apakah dalam jangka waktu tertentu yang diinginkan oleh manajemen , jumlah kas masuk atau penghematan tunai yang diperoleh dari investasi  dapat menutup investasi yang direncanakan.


investasi
 
 

Kas masuk bersih
 
      Pay back period  =
                                   
Kelemahan pay back method:
1.      Metode ini tidak memeperhitungkan nilai waktu uang.
2.      Metode ini tidak memperlihatkan pendapatan selanjutnya setelah investasi pokok kembali.

Kebaikan pay back method:
1.      Untuk investasi yang besar resikonya dan sulit diperkirakan, maka metode ini dapat mengetahui jangka waktu yang diperlukan untuk pengembalian investasi.
2.      Metode ini dapat digunakan untuk menilai dua investasi yang mempunyai rate of return dan resiko yang sama, sehingga dapat dipilih investasi yang jangka waktu pengembaliannya paling cepat.
3.      Metode ini merupakan alat yang paling sederhana untuk penilaian usulan investasi

                                                             PV  Investasi
                     Pay back period  =
                                                         PV Kas masuk bersih
Dengan metode ini maka ketentuan layak atau tidaknya usaha tersebut tergantung lama periode nilai investasi kembali dan jangka atau lama periode yang di tentukan oleh penanam modal. Hal ini juga haru di tinjau dari aspek-aspek yang ada dalam study kelayakan.

2.Metode Net Present Value (NPV)
NPV merupakan selisih antara pengeluaran dan pemasukan yang telah didiskon dengan menggunakan social opportunity cost of capital sebagai diskon faktor, atau dengan kata lain merupakan arus kas yang diperkirakan pada masa yang akan datang yang didiskontokan pada saat ini.Untuk menghitung NPV diperlukan data tentang perkiraan biaya investasi, biaya operasi, dan pemeliharaan serta perkiraan manfaat/benefit dari proyek yang direncanakan.

Rumus yang digunakan

Arus kas masuk dan keluar yang didiskontokan pada saat ini (present value (PV)). yang dijumlahkan selama masa hidup dari proyek tersebut dihitung dengan rumus:
                      
dimana:
t - waktu arus kas
r - adalah suku bunga diskonto yang digunakan
Rt - arus kas bersih (the net cash flow) dalam waktu t
A0 - investasi awal

Arti perhitungan NPV

Pada tabel berikut ditunjukkan arti dari perhitungan NPV terhadap keputusan investasi yang akan dilakukan.
Bila...
Berarti...
Maka...
NPV > 0
investasi yang dilakukan memberikan manfaat bagi perusahaan
proyek bisa dijalankan
NPV < 0
investasi yang dilakukan akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan
proyek ditolak
NPV = 0
investasi yang dilakukan tidak mengakibatkan perusahaan untung ataupun merugi
Kalau proyek dilaksanakan atau tidak dilaksanakan tidak berpengaruh pada keuangan perusahaan. Keputusan harus ditetapkan dengan menggunakan kriteria lain misalnya dampak investasi terhadap positioning perusahaan.

3.Metode Discount Payback Period
            Metode untuk mengetahui jumlah tahun yang diperlukan untuk menutup investasi melalui arus ka s bersih yang didiskontokan pada K. Tujuan dari metode ini adalah untuk mendukung pengambilan keputusan dalam proses penganggaran modal dengan menyediakan informasi mengenai jangka waktu terikatnya dan dalam proyek,sehingga di harapkan manajemen dapat mencegah dipilihnya proyek yang ternyata yang memerluka jangka waktu yang lama dalam menutup pokok investasi.
            Rumus : masa cut-off yng optimal =
Dimana r= discount rate
            n= umur proyek


4.MetodeInternal Rate of Return
Dipergunakan untuk mengetahui tingkat bunga untuk mendapatkan NPV sebesar nol. Sehingga dengan mengetahui tingkat bunga saat ini dan juga kecendrungannya dimasa mendatang maka dapat diambil keputusan untuk mengimplementasikan suatu kegiatan. Besarnya EIRR harus lebih besat dari tingkat bunga yang dipergukanan saat ini apabila EIRR lebih rendah maka dapat dikatakan bahwa biaya pelaksanaan akan lebih menguntungkan bila diinvestasikan di tempat lain untuk kegiatan lain.

5.MetodeProfitability Index (PI)
Menunjukkan kemampuan proyek investasi dalam menghasilkan keuntungan (profit). Metodeini dapat dilakukan setelah melakukan perhitungan Present Value, karena PI pada prinsipnya adalah membandingkan antara Present Value dari penerimaan-penerimaan kas bersih (Present Value Benevit) dengan Present Value Investasi.
Rumus : PI = PV/ investasi awal


2.1.4 Aspek Hukum
Berkaitan dengan keberadaan secara legal dimana proyek akan dibangun yang meliputi ketentuan hukum yang berlaku termasuk :
a. Perijinan :
i) Izin lokasi :
• sertifikat (akte tanah),
• bukti pembayaran PBB yang terakhir,
• rekomendasi dari RT / RW / Kecamatan
ii) Izin usaha :
• Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk badan hukum lainnya.
• NPWP (nomor pokok wajib pajak)
• Surat tanda daftar perusahaan
• Surat izin tempat usaha dari pemda setempat
• Surat tanda rekanan dari pemda setempat
• SIUP setempat
• Surat tanda terbit yang dikeluarkan oleh Kanwil Departemen Penerangan
Etika Bisnis
Secara sederhana  etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, masyarakat, dan juga industri. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.
Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan  bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.
Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Jouurnal (1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku Etika bisnis, yaitu :
·                     Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti langkah-langkah yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
·                     Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
·                     Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.
Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh.
Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang handal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.
Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang, karena :
·         Mampu mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi, baik intern perusahaan maupun dengan eksternal.
·         Mampu meningkatkan motivasi pekerja.
·         Melindungi prinsip kebebasan berniaga
·         Mampu meningkatkan keunggulan bersaing.
Tidak bisa dipungkiri, tindakan yang tidak etis yang dilakukan oleh perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif, misalnya melalui gerakan pemboikotan, larangan beredar, larangan beroperasi dan lain sebagainya. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan.
Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika bisnis, pada umumnya  termasuk perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis, misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier.
Perlu dipahami,karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus semaksimal mungkin harus mempertahankan karyawannya.
Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan kedalam manajemen korporasi yakni  dengan cara :
·         Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik (code of conduct)
·         Memperkuat sistem pengawasan
·         Menyelenggarakanpelatihan (training) untuk karyawan secara terus menerus.

2.1.5 Aspek Manajemen
Aspek Manajemen:
1.      Bentuk badan usaha
2.      Struktur Organisasi
3.      Rencana Kerja
4.      Koordinasi, implementasi, dan controlling


Bentuk Badan Usaha

1.      Badan Usaha / Perusahaan Perseorangan atau Individu

Perusahaan perseorangan adalah badan usaha kepemilikannya dimiliki oleh satu orang. Individu dapat membuat badan usaha perseorangan tanpa izin dan tata cara tententu. Semua orang bebas membuat bisnis personal tanpa adanya batasan untuk mendirikannya. Pada umumnya perusahaan perseorangan bermodal kecil, terbatasnya jenis serta jumlah produksi, memiliki tenaga kerja / buruh yang sedikit dan penggunaan alat produksi teknologi sederhana. Contoh perusahaan perseorangan seperti toko kelontong, tukang bakso keliling, pedagang asongan, dan lain sebagainya.

ciri dan sifat perusahaan perseorangan :
-          relatif mudah didirikan dan juga dibubarkan
-          tanggung jawab tidak terbatas dan bisa melibatkan harta pribadi
-          tidak ada pajak, yang ada adalah pungutan dan retribusi
-          seluruh keuntungan dinikmati sendiri
-          sulit mengatur roda perusahaan karena diatur sendiri
-          keuntungan yang kecil yang terkadang harus mengorbankan penghasilan yang lebih besar
-          jangka waktu badan usaha tidak terbatas atau seumur hidup
-          sewaktu-waktu dapat dipindah tangankan

2.      Badan Usaha / Perusahaan Persekutuan / Partnership

Perusahaan persekutuan adalah badan usaha yang dimiliki oleh dua orang atau lebih yang secara bersama-sama bekerja sama untuk mencapai tujuan bisnis. Yang termasuk dalam badan usaha persekutuan adalah firma dan persekutuan komanditer alias cv. Untuk mendirikan badan usaha persekutuan membutuhkan izin khusus pada instansi pemerintah yang terkait.

a.       Firma

Firma adalah suatu bentuk persekutuan bisnis yang terdiri dari dua orang atau lebih dengan nama bersama yang tanggung jawabnya terbagi rata tidak terbatas pada setiap pemiliknya.
Ciri dan sifat firma :
-          Apabila terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib melunasi dengan harta pribadi.
-          Setiap anggota firma memiliki hak untuk menjadi pemimpin
-          Seorang anggota tidak berhak memasukkan anggota baru tanpa seizin anggota yang lainnya.
-          keanggotaan firma melekat dan berlaku seumur hidup
-          seorang anggota mempunyai hak untuk membubarkan firma
-          pendiriannya tidak memelukan akte pendirian
-          mudah memperoleh kredit usaha

b.       Persekutuan Komanditer / CV / Commanditaire Vennotschaap

CV adalah suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di antara anggotanya. Satu pihak dalam CV mengelola usaha secara aktif yang melibatkan harta pribadi dan pihak lainnya hanya menyertakan modal saja tanpa harus melibatkan harta pribadi ketika krisis finansial. Yang aktif mengurus perusahaan cv disebut sekutu aktif, dan yang hanya menyetor modal disebut sekutu pasif.

Ciri dan sifat cv :
-          sulit untuk menarik modal yang telah disetor
-          modal besar karena didirikan banyak pihak
-          mudah mendapatkan kridit pinjaman
-          ada anggota aktif yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan ada yang pasif tinggal menunggu keuntungan
-          relatif mudah untuk didirikan
-          kelangsungan hidup perusahaan cv tidak menentu


3.       Perseroan Terbatas / PT / Korporasi / Korporat

Perseroan terbatas adalah organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi yang dimiliki oleh minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi atau perseorangan yang ada di dalamnya. Di dalam PT pemilik modal tidak harus memimpin perusahaan, karena dapat menunjuk orang lain di luar pemilik modal untuk menjadi pimpinan. Untuk mendirikan PT / perseroan terbatas dibutuhkan sejumlah modal minimal dalam jumlah tertentu dan berbagai persyaratan lainnya.

Ciri dan sifat PT :
-          kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi
-          modal dan ukuran perusahaan besar
-          kelangsungan hidup perusahaan pt ada di tangan pemilik saham
-          dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham
-          kepemilikan mudah berpindah tangan
-          mudah mencari tenaga kerja untuk karyawan / pegawai
-          keuntungan dibagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk dividen
-          kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang saham
-          sulit untuk membubarkan pt
-          pajak berganda pada pajak penghasilan / pph dan pajak deviden

4.      BUMN (Badan Usaha Milik Negara)

Badan Usaha yang sebagian besar sahamnya dimilik oleh Negara. Kekayaan dipisahkan berdasarkan peraturan pemerintah.

Karakteristik BUMN:
-          Usahanya bersifat membantu pemerintah, dalam membangun public utilities
-          Menghasilkan barang karena pertimbangan dan keamanan dan kerahasiaan harus dikuasai negara
-          Melaksanakan kebijakan strategis pemerintah
-          Tujuan melindungi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat
-          Usaha bersifat komersil dan fungsinya dapat dilakukan  swasta

5.      Koperasi
·         Pemilik adalah anggota sekaligus pelanggan
·         Satu anggota adalah satu suara
·         Organisasi diurus secara demokratis
·         Kumpulan individu
·         Manajemen bersifat terbuka


Beberapa metode kepemilikan bisnis:
·         Franchising
·         Joint Venture
·         Lisensi
·         Merger
·         Acquisition

Struktur Organisasi

Yaitu spesifikasi pekerjaan yang harus dilakukan di dalam suatu organisasi dan cara-cara mengaitkan suatu pekerjaan dengan lainnya.

Bagan Organisasi : Diagram yang menggambarkan struktur perusahaan dan memperlihatkan posisi masing-masing karyawan dalam operasionalnya.

Rantai Komando / Chain of Command : Hubungan pelaporan di dalam perusahaan


Perencanaan Manajemen

Rencana Strategis / Strategic Planning : Rencana yang mencerminkan keputusan mengenai alokasi sumber daya, prioritas, dan tahap-tahap yang dibutuhkan untuk memenuhi sasaran strategis.

Visi / Vision Statement : Pernyataan mengenai gambaran masa depan yang dicita-citakan.

Misi / Mission Statement : Pernyataan mengenai bagaimana cara mencapai visi yang telah dirumuskan.

Tujuan Strategis : Tujuan jangka panjang yang langsung berasal dari pernyataan misi suatu perusahaan.

Sasaran / Goal : Tujuan (objective) yang diharapkan (dan direncanakan) untuk dicapai suatu bisnis.




Sasaran ada 3 jenis:
1.      Sasaran jangka panjang. Contoh : meningkatkan pangsa pasar 10% selama 10 tahun.
2.      Sasaran jangka menengah. Contoh : Departemen SDM akanmengurangi tingkat perputaran tenaga kerja sekitar 10% dalam tiga tahun
3.      Sasaran jangka pendek. Contoh : Mengurangi biaya 1% untuk kuartal berikutnya.

Rencana Taktis : Rencana jangka pendek yang berhubungan dengan penerapan aspek-aspek spesifik dari rencana strategis suatu perusahaan.

Rencana Operasional : Rencana yang menetapkan target jangka pendek untuk kinerja harian, mingguan,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar